Distance

Terkadang ku takut.

Begitu jauhnya jarak, aku tak bisa berada disampingnya, menemani. Hanya lewat gawai, ku sapa dia setiap kali aku terbangun, dan ku pamit setiap malam sebelum tidurnya. Ketakutan bukanlah perkara besar, menurutku. Karena ia tidak akan datang setiap saat, dan aku pun sudah tahu cara mengatasinya. Akan tetapi, "takut, takut, takut" yang aku pikirkan selalu ketika dia lelah dan tak ada aku disampingnya. Hanya bisa bertanya melalui gawai, "bagaimana tadi bimbinganmu?" ohh itu bukanlah sesuatu yang berarti bagi beberapa orang, tetapi itu akan menjadi berarti ketika seseorang yang sedang kau tunggu kabarnya bertanya.



Sadi mohon maaf atas jarak yang terlalu jauh ini. Semoga secepatnya bisa sadi dekatkan.

Komentar

Postingan Populer