Itik cantik
Chapter I
Dahulu kala hidup seorang pemuda patah hati, ia sudah lelah dengan semua masalah hati yang dialami "Ffcckk this heart" ujar pemuda dalam hati. "It's enough to get someone new" menyerahlah ia, sudah malas ia mengalami ini semua. Sampai suatu ketika, ia lupa melirik bahwa ada seseorang wanita cantik rupawan yang selalu menemani ketika gabut melanda. Yaaa... memang sebuah ketidak sengajaan sih, karena dibalik kata selalu menemani itu ada dua kebingungan, yang pertama kebingungan yang dialami pemuda itu karena gadis cantik nan rupawan ini tidak berhenti membalas pesan padahal ia telah menyelesaikan topik persoalan dan kedua kebingungan yang dialami oleh sang gadis karena pemuda ini tetap membalas meski gadis itu hanya mengirim stiker atau pesan singkat tak bertopik.
Pada suatu malam yang lelah, pemuda itu pulang dari perkerjaannya, sudah tak kuat untuk menopang beban, pemuda itu mencoba sebuah peruntungan untuk mencari seseorang yang bisa menemani selama perjalanan dia dari tempat kerja sampai ke rumah. Ia mulai ingat akan seorang gadis yang tak pernah berhenti membalas pesannya itu.
"tik, telpon yuk. Temenin balik"
"ayok"
"ganggu tak?"
"kalau ganggu gak akan gua ayok in"
"iyaa juga sih"
(So sweet gak tuh, padahal belum jadi siapa siapa.)
Satu malam, dua malam, tiga malam mereka saling menelpon, sang gadis selalu menemani pemuda itu pulang. Pemuda itu mulai merasa takut, apakah gadis itu memaksakan diri untuk saling menelpon atau memang ia merasa biasa saja. Pada saat itu juga sang pemuda bertanya,
"ehh lu bener gak ke ganggukan?"
"gua dah bilang, kalau ke ganggu gua kasih tau"
"bener nih?"
Hampir disetiap malam mereka saling menelepon. Mulai membuka pembicaraan makin lama makin dalam. "Kok berasa ada yang beda yah" ujar pemuda itu dalam hati, sampai ada satu saat pemuda itu berkata.
"tik kalau gua suka sama lu gimana?"
"bentar, apa?!"
"kalau gua suka sama lu gimana?"
"bentar gua ketawa dulu"
Lucu, mendenger tawanya. Suara tawa riang masuk kedalam kuping pemuda yang lelah seusai pulang kerja tersebut. Lalu pemuda itu ikut tersenyum mendengar tawanya dan kembali bertanya.
"gimana?"
"lu jauh, gua juga jauh"
"gua datengin deh"
"yaudah gua jawab pas lu dateng sini"
"yodah gua ngumpulin duit dulu"
Sedikit percakapan mereka pada malam itu. Jika diintip lebih jauh, kisah mereka berdua memang sebuah sesingkat itu. Mereka saling tersenyum selama perjalanan, karena menganggap ini lucu. Dua orang insan, belum pernah saling bertemu, melihat wajahnya secara langsung pun belum, tapi sudah berani berkata seperti itu.
Lucu memang pemuda itu, tak memiliki otak panjang, yang dia tau hanya "gadis ini baik, aku suka". Ini mungkin yang dimaksud jatuh cinta karena sifatnya dan mungkin ini akan jatuh cinta saat pandangan pertama juga, karena memang mereka belum pernah saling memandang.

Komentar
Posting Komentar